Matheus merupakan lulusan program sarjana Ilmu Hukum, Universitas Indonesia. Saat ini Matheus menjabat sebagai peneliti di IJRS. Program kerja yang sedang Matheus jalankan saat ini adalah :

  • Penyusunan PERMA 1/2020 tentang Pedoman Pemidanaan Pasal 2 dan Pasal 3 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi;
  • Penyusunan PERJA 15/2020 tentang Penghentian Penuntutan dengan Pendekatan Keadilan Restoratif;
  • Penelitian Konsep Keadilan Restoratif dalam Sistem Peradilan Pidana di Indonesia;
  • Penyusunan PERJA tentang Pedoman Tuntutan Pidana Perkara Narkotika;
  • Penyusunan PERMA tentang Tata Cara Penyelesaian Keberatan terhadap Putusan Perampasan Barang-Barang Bukan Milik Terdakwa dalam Perkara Tindak Pidana Korupsi.

Matheus juga pernah menjadi pembicara dalam diskusi bertajuk “Sosialisasi/Launching PERMA 1/2020 di Mahkamah Agung” dan dalam diskusi publik bertajuk “Kajian Kritis Pedoman Penuntutan Nomor 11 tahun 2021 tentang Penanganan Perkara Narkotika”.

Matheus juga dilibatkan sebagai tim perumus penyusunan PERMA 1/2020; PERMA 4/2020; PERJA 15/2020; PERJA Pedoman Tuntutan Pidana Narkotika; PERMA Tata Cara Penyelesaian Keberatan terhadap Putusan Perampasan Barang-Barang Bukan Milik Terdakwa dalam Perkara Tindak Pidana Korupsi.

Pendidikan

Sarjana Ilmu Hukum, Universitas Indonesia