Maria Isabel Tarigan, atau yang akrab dipanggil Maria, merupakan lulusan Fakultas Hukum Universitas Indonesia pada tahun 2018. Semasa kuliah, Maria yang menekuni peminatan Hukum Pidana ini aktif dalam Mahkamah Mahasiswa UI sebagai Hakim Anggota (Oktober 2017 – Maret 2018) dan Hakim Ketua (Maret – Oktober 2018).

Sebelum bergabung sebagai peneliti di IJRS, Maria pernah bergabung sebagai asisten peneliti dan enumerator di Lembaga Kajian dan Advokasi untuk Independensi Peradilan (LeIP), magang di Kejaksaan Agung Republik Indonesia, dan mengikuti Klinik Hukum Pidana sekaligus magang di LKBH-PPS UI. Maria juga ikut memfasilitasi pelatihan terhadap Serikat Buruh Migran Indonesia di Sukabumi dan Indramayu.

Maria memiliki ketertarikan pada isu kebijakan pemidanaan dalam isu Narkotika. Ketertarikan ini sudah tumbuh sejak 2018, terlihat dari skripsi Maria yang mengangkat tema regulasi pemanfaatan ganja medis. Hingga saat ini, Maria aktif terlibat bersama organisasi masyarakat sipil dalam melakukan advokasi terkait regulasi ganja medis, salah satunya adalah dengan mengajukan permohonan Judicial Review kepada Mahkamah Konstitusi terkait kebijakan pemanfaatan Narkotika Golongan I untuk kesehatan.

Selama dua tahun berturut-turut, Maria juga berperan sebagai pimpinan redaksi Jurnal Peradilan Indonesia: Teropong. Isu-isu yang diangkat dalam Jurnal Teropong di bawah kepengurusan Maria antara lain peranan lembaga negara penunjang dalam penegakan hukum dan reformasi hukum acara pidana.

Sekilas info, Maria yang sangat menyukai warna biru ini turut andil dalam perubahan sampul Jurnal Teropong menjadi bernuansa biru selama masa kepengurusannya.

Sepanjang perjalanannya di IJRS, Maria terlibat dalam beberapa kegiatan penelitian dan advokasi, di antaranya penelitian pemidanaan dalam RUU PKS, penelitian layanan bantuan hukum di Kejaksaan, asistensi penyusunan Pedoman No. 1 Tahun 2021 tentang Akses Keadilan bagi Perempuan dan Anak dalam Perkara Pidana, serta penyusunan form pemantauan terhadap implementasi Peraturan Mahkamah Agung (PERMA) No. 3 Tahun 2017 tentang Pedoman Mengadili Perkara Perempuan Berhadapan dengan Hukum di Persidangan.

Maria turut pula bergabung dalam advokasi RUU PKS dan advokasi isu gender dan kelompok rentan di RKUHP.

Pendidikan

Sarjana Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Indonesia (2018)

Program

  • Penyusunan Pedoman No. 1 Tahun 2021 tentang Akses Keadilan bagi Perempuan dan Anak dalam Perkara Pidana
  • Penyusunan form pemantauan terhadap implementasi Peraturan Mahkamah Agung (PERMA) No. 3 Tahun 2017 tentang Pedoman Mengadili Perkara Perempuan Berhadapan dengan Hukum di Persidangan

Publikasi

Buku

  • Pedoman Pendamping Perempuan Berhadapan dengan Hukum, diterbitkan oleh MaPPI FHUI (2019)
  • Pos Pelayanan Hukum Gratis di Lembaga Kejaksaan Republik Indonesia, diterbitkan oleh MaPPI FHUI (2020)
  • Penelitian Format Putusan Pengadilan Indonesia: Studi Empat Lingkungan Peradilan di Bawah Mahkamah Agung, diterbitkan oleh MaPPI FHUI (2020)
  • Ganja untuk Kesehatan Bukan Kejahatan: Amicus Curiae untuk Majelis Hakim dalam Perkara No. 83/Pid.Sus/2020/PN.Kpg atas nama Terdakwa Reyndhart Rossy N. Siahaan di Pengadilan Negeri Kupang, diterbitkan oleh Institute for Criminal Justice Reform (2020)
  • Buku Saku Akses Keadilan bagi Perempuan & Anak dalam Perkara Pidana (2021)

Jurnal

  • Dekriminalisasi Penggunaan Ganja: Pendekatan Komparatif California’s Adult Use of Marijuana Act, Padjadjaran Law Review, Vol. 7, No. 1 (2019)

Media