Kharisanty Soufi Aulia atau yang biasa disapa Sofie merupakan lulusan Ilmu Hukum Universitas Indonesia.

Saat ini Sofie bekerja di IJRS sebagai peneliti. Sebelumnya, Sofie pernah menjabat sebagai asisten peneliti di IJRS. Sofie memiliki minat dalam isu perlindungan kelompok rentan, khususnya perempuan, anak, disabilitas, dan kelompok ragam gender & minoritas seksual.

Sofie pernah menjalankan beberapa program kerja IJRS, di antaranya adalah program peluncuran Buku Saku Dispensasi Kawin, penyusunan dan peluncuran Pedoman Kejaksaan No. 1 tahun 2021 tentang Akses Keadilan bagi Perempuan dan Anak, dan program E-learning Mahkamah Agung tentang PERMA no. 3 tahun 2017.

Tidak hanya menjalankan program, Sofie juga aktif ke dalam beberapa kegiatan advokasi dengan jejaring kelompok masyarakat,, di antaranya advokasi penyusunan RUU PKS, advokasi perkawinan anak, dan advokasi rencana judicial review tentang pengampuan bagi disabilitas psikososial.

Sofie juga terlibat dalam mempublikasikan beberapa buku, seperti Buku Saku Pedoman Mengadili Perkara Dispensasi Kawin, Buku Kompedium Pendamping ODHA Berhadapan dengan Hukum, dan Buku Saku atas Pedoman Kejaksaan no. 1 tahun 2021 tentang Akses Keadilan bagi Perempuan & Anak dalam Perkara Pidana.

Tidak hanya buku, tulisan Sofie juga dimuat dalam media The Conversation dengan judul “Perempuan dan anak masih kesulitan ketika berurusan dengan hukum; pedoman baru bagi jaksa bisa membantu” serta terlibat dalam beberapa pelatihan nasional dan internasional, seperti ASEAN Human Rights Advocacy Academy 2021 dan Training Advokasi Berbasis Data Gender Institut Kapal Perempuan 2021.

Pendidikan

Sarjana Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Indonesia

Program

  • Penyusunan Pedoman Kejaksaan No. 1 tahun 2021 tentang Akses Keadilan bagi Perempuan dan Anak
  • E-learning Mahkamah Agung tentang PERMA no. 3 tahun 2017.

Publikasi

Buku

  • Buku Saku Pedoman bagi Hakim dalam Mengadili Perkara Dispensasi Kawin
  • Buku Kompedium Pendamping ODHA Berhadapan dengan Hukum
  • Buku Saku Akses Keadilan bagi Perempuan dan Anak dalam Perkara Pidana

Media