Maria I. Tarigan, atau yang akrab dipanggil Maria, merupakan lulusan Fakultas Hukum Universitas Indonesia pada tahun 2018. Semasa kuliah, Maria yang menekuni peminatan Hukum Pidana ini aktif dalam organisasi kemahasiswaan di fakultas dan universitas, di antaranya BPM FHUI 2016 sebagai Kepala Biro Penelitian dan Pengembangan serta Mahkamah Mahasiswa UI sebagai Hakim Anggota (Oktober 2017 – Maret 2018) dan Hakim Ketua (Maret – Oktober 2018).

Sebelum bergabung sebagai peneliti di IJRS, Maria pernah bergabung sebagai asisten peneliti dan enumerator di Lembaga Kajian dan Advokasi untuk Independensi Peradilan (LeIP), magang di Kejaksaan Agung Republik Indonesia, dan mengikuti Klinik Hukum Pidana sekaligus magang di LKBH-PPS UI. Maria juga ikut memfasilitasi pelatihan terhadap Serikat Buruh Migran Indonesia di Sukabumi dan Indramayu.

Maria memiliki minat terhadap kebijakan pemidanaan dalam isu Narkotika, bahkan skripsinya sendiri juga membahas mengenai isu pemidanaan terhadap ganja medis di Indonesia. Ketertarikan terhadap isu tersebutlah yang membawa Maria juga aktif terlibat bersama organisasi masyarakat sipil dalam melakukan advokasi terkait regulasi ganja medis.

Selama dua tahun berturut-turut, Maria juga berperan sebagai pimpinan redaksi Jurnal Peradilan Indonesia—Teropong. Isu-isu yang diangkat dalam Jurnal Teropong di bawah kepengurusan Maria antara lain peranan lembaga negara penunjang dalam penegakan hokum dan reformasi hukum acara pidana.

Selain itu, Maria juga terlibat di beberapa penelitian seperti penelitian pemidanaan dalam RUU PKS, penelitian layanan bantuan hukum di Kejaksaan serta penyusunan form pemantauan terhadap implementasi Peraturan Mahkamah Agung (PERMA) No. 3 Tahun 2017 tentang Pedoman Mengadili Perkara Perempuan Berhadapan dengan Hukum di Persidangan.

Pendidikan

Sarjana Fakultas Hukum Universitas Indonesia (2018)

Publikasi

Buku

  1. Pedoman Pendamping Perempuan Berhadapan dengan Hukum, diterbitkan oleh MaPPI FHUI (2019)
  2. Pos Pelayanan Hukum Gratis di Lembaga Kejaksaan Republik Indonesia, diterbitkan oleh MaPPI FHUI (2020)
  3. Penelitian Format Putusan Pengadilan Indonesia: Studi Empat Lingkungan Peradilan di Bawah Mahkamah Agung, diterbitkan oleh MaPPI FHUI (2020)
  4. Ganja untuk Kesehatan Bukan Kejahatan: Amicus Curiae untuk Majelis Hakim dalam Perkara No. 83/Pid.Sus/2020/PN.Kpg atas nama Terdakwa Reyndhart Rossy N. Siahaan di Pengadilan Negeri Kupang, diterbitkan oleh Institute for Criminal Justice Reform (2020)

Jurnal

  1. Dekriminalisasi Penggunaan Ganja: Pendekatan Komparatif California’s Adult Use of Marijuana Act, Padjadjaran Law Review, Vol. 7, No. 1 (2019)

Media

  1. Polemik Perampasan Aset Kasus First Travel oleh Negara: Bagaimana Agar Korban Bisa Memperoleh Ganti Rugi, diterbitkan di The Conversation, https://theconversation.com/polemik-perampasan-aset-kasus-first-travel-oleh-negara-bagaimana-agar-korban-bisa-memperoleh-ganti-rugi-127447
  2. Sejauh Mana Legalisasi Ganja Bisa Bermanfaat?, diterbitkan di The Conversation, https://theconversation.com/sejauh-mana-legalisasi-ganja-bisa-bermanfaat-131208
  3. Ketahui Hak Anda Jika Berhadapan dengan Aparat Penegak Hukum, diterbitkan di The Conversation, https://theconversation.com/ketahui-hak-anda-jika-berhadapan-dengan-aparat-penegak-hukum-137293