Ferdian Paleka Di-Bully di Tahanan, Ini Kata IJRS

Youtuber Ferdian Paleka telah menjadi korban pem-bully-an atau perploncoan oleh sesama tahanan di Polrestabes Bandung, Jawa Barat. Aksi tersebut terjadi setelah Ferdian ditahan dalam kasus prank bantuan sembako sampah.

Indonesia Judicial Research Society (IJRS) melihat apa yang dialami Ferdian merupakan salah satu bentuk penyiksaan yang dilakukan sesama tahanan. Situasi itu menjadi preseden buruk dalam sistem peradilan pidana di Indonesia.

“Ferdian yang sebelumnya sempat buron dan kemudian ditangkap, diduga mengalami penyiksaan di dalam tahanan yang dilakukan oleh rekan sesama tahanan. Alih-alih mendapatkan jaminan atas hak-haknya sebagai tersangka, Ferdian justru secara terang-terangan diperlakukan secara tidak manusiawi,” kata Direktur Eksekutif IJRS, Dio Ashar Wicaksana, di Jakarta, Minggu (10/5/2020).

Menurutnya, terlepas dari perlakuan keji yang telah dilakukan oleh tersangka terhadap para korban, negara tetap perlu mengambil langkah tegas dan menjamin hak-hak tersangka di dalam tahanan.

Pembiaran yang dilakukan pihak berwajib telah melanggar prinsip-prinsip Hak Asasi Manusia yang diatur dalam Konvensi Hak Sipil dan Politik (UU No. 12 tahun 2005) dan Konvensi Menentang Penyiksaan dan Perlakuan yang Kejam (UU. 5 tahun 1998).

“Perlu dicatat, bahwa jika ditemukan fakta terdapat pembiaran penganiayaan yang dialami oleh Ferdian tersebut oleh petugas tahanan, maka petugas tersebut dapat dimintakan pertanggungjawaban pidana atas penganiayaan yang terjadi dan dilakukan di dalam proses penahanan tersebut,” ungkapnya.

Pemenuhan hak korban, alih-alih berfokus pada pendekatan pidana yang represif dan sekedar menghukum pelaku, pemerintah sepatutnya fokus memperhatikan pemulihan hak-hak korban yang selama ini diabaikan dalam sistem peradilan pidana. Penggunaan pendekatan pidana pun dapat menimbulkan masalah jika pemenuhan hak-hak korban tidak diperhatikan.

Dia mengingatkan, pendampingan terhadap korban dan pemenuhan hak-hak korban jauh lebih penting untuk diperhatikan pemerintah ketimbang sekedar memenjarakan pelaku.

Seharusnya dalam hal ini, aparat penegak hukum bisa lebih mengedepankan prinsip keadilan restoratif yaitu fokus utama penegakan hukum adalah perlindungan terhadap korban, dalam hal ini yaitu adalah transpuan yang termarjinalkan.

Terkait tindakan kekerasan tersebut, IJRS mendesak agar ke depan perkara itu dapat diproses dengan professional oleh kepolisian dan pemenuhan hak Ferdian sebagai tersangka juga tidak boleh diabaikan oleh siapa pun.

Tulisan dimuat dalam Media BeritaSatu.com  : https://www.beritasatu.com/nasional/630871-ferdian-paleka-dibully-di-tahanan-ini-kata-ijrs